Get Gifs at CodemySpace.com

Sabtu, 12 Mei 2012

ANALISIS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL KONSEPTUALISASI MASALAH


Contoh kasus:
            Cintya adalah seorang mahasiswi jurusan Hukum di UB yang sedang menjalani perkuliahan semester 4, Cintya menceritakan bahwa dia seringkali merasa tertekan dan bosan dengan suasana dan kondisi dirumahnya. Menurutnya, adiknya yang menyebalkan membuat dia selalu bertengkar hanya karena permasalahan kecil, misalnya adiknya yang tidak mau meminjamkan barangnya kepada cintya, sikap adiknya yang semaunya sendiri, bahkan sampai bersikap agresif terhadap Cintya. Hal demikianlah yang akhirnya membuat Cintya merasa geram dan marah. Dari situlah Cintya sering melakukan perilaku yang kurang baik, seperti memulai perkelahian karena merasa jengkel dengan sikap adiknya tersebut, sering mengambil barang adiknya tanpa seijinnya, bahkan Cintya tidak mau mengalah sedikitpun kepada adiknya karena terlalu jengkel.
Cintya menuturkan bahkan dia pernah sampai menangis saat bertengkar dengan sang adik. Akan tetapi ibunya selalu saja membela adiknya dan selalu menyalahkannya, bahkan ketika Cintya bermaksud meluruskannya dia tidak berani menyampaikan kepada ibunya. Akhirnya Cintyapun berprasangka bahwa ibunya lebih menyayangi adiknya dari pada dirinya. Apapun yang diinginkan oleh adiknya selalu saja dituruti dan dipenuhi ibunya. Sempat Cintya berpikir serta mengatakan “Apakah saya tidak pantas menjadi seorang kakak yang baik”, karena dia merasa ibunya sendiri tidak adil terhadapnya, dan terus menerus menyalahkannya. Begitu pula dengan ayahnya, yang cenderung cuek dan tidak peduli terhadapnya. Keadaan inilah yang membuat Cintya dirumah merasa kurang mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya, apalagi ibunya yang lebih memprioritaskan adiknya. Hal tersebut yang kemudian membuatnya di kampus cenderung menjadi anak yang pendiam dan mudah cemas dalam menghadapi situasi. Mungkin karena sikap orangtuanya yang kurang memperhatikannya menyebabkan dia tidak dapat mengatur pola makan dengan baik, hingga Cintya seringkali menderita magh, mudah kecapekan, dan sering sakit kepala. Di lain sisi dalam perkuliahan yang dijalaninya, dia termasuk anak yang taat terhadap peraturan yang ditetapkan, seperti hadir tepat waktu dan mengerjakan tugas tepat waktu. Ketika ujian dia juga berusaha untuk mengerjakannya sendiri serta sejauh ini dia dapat memperoleh IP dengan skor yang memuaskan.

Hasil Analisis:
1.    Model konseptualisasi masalah dari Swensen
Perilaku Menyimpang
Tekanan
Kebiasaan Maladaptif
·   Memulai perkelahian dengan adiknya
·    Memiliki adik yang agresif dan seenaknya sendiri
·    Hubungan dengan orangtua tidak harmonis, ditandai dengan sikap ibu yang lebih memprioritaskan adiknya, serta ayah yang tidak peduli terhadapnya.

·  Sering mengambil barang tanpa seijin adiknya
·  Tidak berani meluruskan permasalahannya dengan sang adik kepada ibunya
·  Mudah cemas dalam menghadapi situasi
·  Tidak dapat mengatur pola makan
Dukungan
Potensi
Kebiasaan Adaptif
·   Konselor bersedia membantu memecahkan masalah Citra sebagai seorang klien
·   Kinerja yang baik dalam keseharian di kelas
·   Skor IQ yang cukup baik ditandai dengan hasil IP di tiap semester yang cukup memuaskan
·  Selalu berusaha mengerjakan ujian dengan jujur
·   Taat terhadap peraturan perkuliahan, seperti: hadir tepat waktu dan juga mengerjakan tugas tepat waktu



2.    Model konseptualisasi masalah dari Seay
Kemungkinan Lingkungan
Kesalahan Kognitif
Gangguan Afektif
Pola Perilaku
1.     Sikap ayah yang cenderung cuek dan tidak peduli
2.     Ibu yang lebih memprioritaskan adiknya dan selalu menyalahkannya
3.     Saudara (adiknya) yang menyebalkan/ semaunya sendiri
4.     Prestasi belajar cukup baik
5.     Kurang mendapatkan perhatian dari kedua orangtua

1.   Pikiran gagal karena merasa tertekan
2.   Menyalahkan diri dengan berpikir bahwa dirinya tidak pantas menjadi seorang kakak yang baik

1. Mudah mengalami kecemasan dalam menghadapi situasi
2. Merasa geram dan marah dengan sikap adiknya yang agresif
3. Merasa tertekan karena selalu disalahkan dan kurang mendapat perhatian orangtua
1.    Tidak mau mengalah sedikitpun dengan sang adik
2.    Pernah menangis saat bertengkar dengan adiknya karena terlalu jengkel
3.    Tidak dapat menjaga kesehatan dengan baik
4.    Tidak memiliki keberanian meluruskan permasalahan yang terjadi dengan adiknya kepada ibunya



3. Model konseptualisasi masalah dari Lazarus
Modalitas
Amatan
B: Behavior (perilaku)
·  Cintya menjadi anak yang cenderung pendiam di kelas
·      Mengambil barang adiknya
·      Tidak mau mengalah dengan sang adik
·      Menyalahkan diri sendiri

A: Affect (emosi, perasaan)
·      Mudah cemas dalam menghadapi situasi
·      Merasa sedih, tertekan dan serba salah
·  Merasa kurang mendapatkan perhatian dari orangtua
·   Merasa geram dan marah dengan sikap adiknya yang agresif dan semaunya sendiri

S: Sensation (perasaan tubuh)
·  Merasakan ketegangan saat berhadapan dengan ibunya

I: Imagery (imajeri)
·     Cintya berprasangka bahwa ibunya lebih menyayangi adiknya dari pada dirinya, dari sinilah dia merasa tertekan

C: Cognition (kognisi)
·  Cintya berpikir bahwa dia tidak pantas menjadi seorang kakak yang baik
·      Merasa ibunya tidak adil terhadapnya
·  Tidak berani meluruskan kepada ibunya tentang permasalahan yang dihadapi bersama adiknya karena Cintya berpikir ibunya pasti akan tetap menyalahkannya

I: Interpersonal (hubungan/ relasi interpersonal)
·   Hubungan Cintya dengan kedua orangtuanya tidak harmonis, dikarenakan ibu yang lebih memprioritaskan adik dan ayahnya yang tidak peduli
·  Hubungannya dengan sang adik yang juga tidak harmonis (selalu bertengkar)

D: Drug (tampilan fisik)
·    Karena tidak dapat mengatur pola makan dengan baik, membuatnya sering menderita magh, mudah kecapekan, dan sering sakit kepala.


4. Model konseptualisasi perilaku ABC
ABC
Amatan
A: Antecedent (peristiwa yang mendahului)
· Sikap ibu yang selalu menyalahkan Cintya dengan memprioritaskan adiknya
· Sikap Ayah yang cenderung cuek dan tidak peduli
·  Sikap Adiknya yang agresif dan semaunya sendiri
·  Kurang mendapatkan perhatian orangtua

B: Behavior (perilaku)
·      Cintya cenderung pendiam di kelas
·      Cintya menyalahkan dirinya dengan berpikir tidak pantas menjadi seorang kakak yang baik
·      Marah dan geram dengan sikap adiknya

C: Consequences (konsekuensi)
· Karena kurangnya perhatian dari orangtua, membuat Citra tidak dapat menjaga kesehatannya sendiri dengan tidak dapat mengatur pola makan yang baik
·      Selalu disalahkan oleh ibunya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar