Rabu, 04 April 2012

KONSELING GESTALT


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              LATAR BELAKANG
Konseling Gestalt dikembangkan oleh Frederick Perls. Perls menemukan bahwa kemandirian dan konfrontasi merupakan aspek penting dalam terapi. Penggunaan kata Gestalt dimaksudkan untuk menegaakan bahwa KG menekankan pada keutuhan (unity), kebulatan (wholleness), dan integrasi (integration). Berdasarkan penelitian Gestalten, memahami pengetahuan dalam arti Unit dan Wholes, yang lebih berguna untuk mengembangkan pengetahuan, selain itu mereka memandang manusia memiliki suatu kecenderungan dasar untuk mencapai keseimbangan, dan kecenderungan inimengarahkan manusia untuk berfikir dalam arti keseluruhan.
1.2  RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas kami dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apakah yang dimaksud dengan konseling gestalt?
2.      Bagaimanakah pandangan gestalt tentang sifat dasar manusia ?
3.      Apakah tujuan konseling gestalt?
4.      Jelaskan proses konseling gestalt !
1.3  TUJUAN
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah agar mahasiswa pada khususnya dan pembaca pada umumnya dapat menjelaskan sejarah tentang teori gestalt, selain itu diharapka pembaca dapat mengemukakan konsep-konsep dalam konseling gestalt, sehingga dapat menerapkan teori gestal dalam membantu menyelesaikan masalah yang dialami oleh konseli.



BAB II
PEMBAHASAN I

Konseling gestalt (Gestalt Therapy) disebut dengan akronim KG. Konseling ini dikembangkan oleh Freedick Perls yang kemudian lebih dikenal dengan nama Fritz Perls. Pada awalnya Perls dikenal sebagai siswa yang agak amalas belajar, namun ia berhasil meraih gelar doktor dalam bidang psikiatri pada saat pndah ke Wina untuk belajar praktek psikoanalisa bersama dengan bebarapa murid Freud yang lain. Fritz juga belajar tentang penggunaan tubuh (body) untuk mendorong pemhaman dan perkembangan pribadi. Berdasarkan pengalaman klinisnya, perls menemukan bahwa kemandirian dan konfrontasi merupakan aspek penting dalam terapi. Dari istrinya, Laura Posner, ia memperoleh anjuran untuk menggunakan dukungan (support) dan hubunga atau kontak (connections).
Penggunaan kata gestalt dimaksudkan untuk menegaskan bahwa KG menekankan pada keutuhan (unity), kebulatan (wholleness), dan integrasi (integtation). Dalam bahasa jerman gestalt berarti utuh.
Diberlin, KG memiliki banyak penyokong antara lain adalah Max Wertheimer, Kurt Koffka, dan Wolfgang Kohler. Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukannya, para ahli tersebut memiliki keyakinan bahwa memmahami pengetahuan dalam arti ”unit dan wholes, gestalten” adalah lebih berguna untuk mengembangkan pengetahuan alih-alih memotong atau memisahkan bagian-bagian.
Hasil kerja Fritz yang paling krusial adalah penggunaan ”kursi kosong ” (empty chair) dalam konseling yang juga dikenal kursi panas. Teknik ini diperkenalkan oleh Fritz ketika ia bekerja di Esalen Institute, Big Fur, California anatara tahun 1962 s.d 1969. Sejak saat itu ia menjadi populer dan dipandang sebagai sosok yang inovatif dan karismatik dalam bidang pengembangan potensi manusia.

2.1. Pengertian Konseling Gestalt
KG  menekankan pada peran perasaan dalam mempengaruhi perilaku dan potensi manusia untuk mengarahkan dirinya sendiri. Oleh karena itu KG dikelompokkan  ke dalam pendekatan afektif atau humanistik. Secara konseptual KG mengambil posisi fenomenologis. Kesadaran dipandang sebagai kondisi yang esensial yang memampukan individu untuk memecahkan berbagai kesulitan yang dialami. KG dikembangkan oleh banyak ahli, tetapi yang paling banyak dikenal sebagai pendiri (founder)  adalah Fritz Perls dan isterinya, Laura Perls.

2.2. Pokok-Pokok Teori
1. Pandangan tentang sifat dasar manusia
Perls merupakan seorang humanis yang memiliki pandangan optimistik tentang sifat dasar manusia. Dimana, setiap manusia memilikitujuan yang sama yakni mengaktualisasikan diri. Perls juga berpandangan bahwa manusia sebagai ciptaan yang memiliki sifat dasar baik (good) dan memiliki kemampuan untuk menangani kehidupannya dengan sifat berhasil, meskipun kadang-kadang mereka membutuhkan bantuan.
Menurut perls manusia yang sehat adalah mereka yang berrtindak secara produktif dalam melaksanakantugas-tugas kehidupan dan pemeliharaan, dan secara intuitif bergerak menuju pertumbuhan dan pemeliharaan diri. Oleh karena itu, para konselor KG perlu mengarahkan individu yang dibantunya untuk mengembangkan kesadaran  (awareness), menemukan dukungan dari dalam dirinya sendiri (inner support), dan mengembangkan perasan mampu (self-sufficiency) sehingga mereka dapat mengakui bahwa kemampuan yang meraka butuhkan untuk membantu dirinya pada dasarnya berada di dalam diri mereka sendiri dan bukan didalam ddiri orang lain.

2.      Sistem Teori
Meskipun perls sering menggunakan terminologi yang berbeda dengan eksistensialis, konsep-konsep teoriny dalam banyak hal konsisten dengan teori mereka. Berikut paparan secara garis bsar tentang konsep-konsep penting yang diajarkan dalam teori konseling Gestalt.
a.      Keutuhan, integrasi, dan keseimbangan
KG menekankan pentingnya keutuhan, integrasi, dan keseimbangan. Manusia adalah organisme total yang berfungsi sebagai sebuah kesatuan, alih-alih serpihan entitas dalam dikotomi jiwa dan raga. Manusia bukanlah bagian-bagian yang terpisahkan, tetapi lebih merupakan suatu koordinasi dari keluruhan bagian-bagian. Kebulatan pribadi merupakan kondisi bagi tercapainya perilaku yang sehat.
Meskipun manusia berjuang mencapai keseimbangan, lingkungan selalu mengalami perubahan. Akibatnya, manusia juga akan terus memiliki kebutuhan baru yang pada gilirannya akan menyebabkan ketidakseimbangan. Sehingga untuk kembali seimbang, kebutuhan-kebutuhan harus dipenuhi.
Konsep lain yang berhubungan dengan konsep keutuhan adalah batas ego (ego boundary), yakni suatu keterbatasan yang dimiliki manusia dalam hubungnnya dengan lingkungan. Batas ego ini akan mengalami perubahan mengikuti perubahan yang terjadi pada hubungan figure-ground. Batas ego memiliki dua dimensi : identifikasi dan alinasi. Manusia mungkin mengidentifikasi beberapa figur seperti orang tua, tubuh , pekerjaan, nilai-nilai dan identifikasi-identifikasi tersebut akan dibawa ke bagian dalam batas ego. Alinasi dari aspek-aspek tersebut akan menyebabkan individu menempatkannya di luar batas ego. Orang dengan self-esteem rendah cenderung memiliki batas ego yang lemah; sedangkan orang dengan batas ego yang kaku cenderung kesulitan untuk membawa pengalaman baru ke dalam kehidupannya.
b.      Kesadaran
Dlam KG kesadaran merupakan elemen yang esensial bagi kesehatan emosional, karena kesadaran memiliki nilai menyembuhkan dan merupakan komponen inti dari semua aspek pribadi yang sehat. Manusia dapat melakukan banyak cara untuk mencapai kesadaran, salah satunya adalah dengan kontak dengan lingkungan. Melalui kontak dengan lingkungan, kita dapat belajar tentang diri dan lingkungan kita, dan itu akan membantu kita untuk merasa menjadi bagian dari lingkungan kita disamping memperoleh  batasan yang lebih jelas tentang siapa diri kita. Orang yang menghindari kontak dengan lingkungan mengkin  merasa mereka melindungi dirinya, tetapi sebenarnya mereka sedang membentuk hambatan pertumbuhan dan aktualisasi diri.
c.       Karakteristik gangguan perilaku
Gangguan perkembangan dapat dialami oleh orang-orang yang membiarkan dirinya dikelilingi oleh banyak masalah yang tak terselesaikan (unfinised bisnis) atau mengalami kebuntuan. Banyak orang-orang yang senang menunda-nunda atau menimbun tugas atau pekerjaan, membiarkan masalah mengambang dan tak terpecahkan , atau menganggap segala urusan adalah masalah yang remeh dan tak ditangani dengan serius dan yang akhirnya akan menumpuk dan tak terselesaikan. Padahal masalah yang tak terselesaikan yang potensial menghambat perkembangan pada khususnya, dan yang utama adalah emosi-emosi yang dipendam atau tidak diekspresikan. Oleh karena itu, tujuan KG adalah membantu individu untuk menyadari backlog dari masalah yang tak terselasaikan yang dialaminya dan kemudian mengungkapkanny, khususnya emosi-emosi terpendam sehingga mereka mampu untuk mengalaminya secara    penuh dalam keadaan disini dan sekarang.

2.3. Implementasi
1)      Tujuan
Tujuan khusus KG yang bersifat unik, yakni membatu konseli agar mampu untuk :
a)            Mencapai kesadaran diri , sehingga bisa menghayati hidup pada tataran disini dan sekarang.
b)            Mengungkapkan masalah pribadi yang terselesaikan.
c)            Mencapai dan memanfaatkan sumber-sumber potensi pribadinya.
d)           Mengurangi ketergantungan pada orang lain dan lingkungan.
e)            Meningkatkan rasa bertanggungjawab , membuat pilar yang tepat, dan memperoleh kemampuan diri.
f)             Melakukan kontak yang bermakna dengan semua aspek dirinya, orang lain, dan lingkungannya.
g)            Meningkatkan harga diri, penerimaan diri, dan aktualisasikan dirinya.
h)            Meningkatkan sense of wholeness, integrasi dan keseimbangan.
2)      Proses konseling
Proses konseling KG mula-mula diarahkan untuk mendorong konseli mencapai kesadaran. Karena jika konseli dapat memperoleh kasadaran tentang masalah-masalah yang tak terselesaikan , kekuatan dan sumber-sumber pribadinya, maka mereka akan menemukan jalan yang mudah menuju pemecahan masalah dan mencapai perkembangan dan aktualisasi diri. Banyak orang yang memiliki kecenderungan untuk terlalu menekankan pada kesadaran intelektual dan mengabaikan pesan-pesan dari tubuh dan indranya.
Proses membangkitkan kesadaran dapat dicapai dengan cara mengembangkan hubungan atau aliansi terpeutik yang kondusif, manusiawi , dan menekankan pada aspek-aspek personal konseli. Hubungan yang ditekankan dalam proses konseling KG  hubungan yang unik yang mereka sebut ”saya dan kamu” bentuk hubungan ini menuntut konselor dan konseli untuk sepenuhnya menghayati keadaan pada tataran ”disini dan sekarang”. Konselor bekerja dengan tulus dengan menyadari sepenuhnya perasaan, pengalaman, dan persepsi mereka sendiri, serta membangun iklim yang dapat mendorong konseli mengembangkan kepercayaan, kesadaran, dan kesediaan untuk mencoba cara-cara baru dalam merasa, berfikir, dan bertindak.

3.      Teknik konseling
a)      Eksperimen
Eksperimen berarti mendorong konseli untuk mengalami dan mencoba cara-cara baru. Melalui teknik ini konselor membelajarkan konseli untuk menyelami dan menghayati kembali masalah-masalah yang tak terselesaikan ke dalam situasi disini dan sekarang.
b)      Penggunaan bahasa
Para ahli KG memiliki keyakinan bahwa bahasa memainkan peran penting dalam mempengaruhi perkembangan. Dengan kata lain, penggunaan bahasa yang tepat merupakan bagian dari teknik KG yang essensial.
c)      Memaknakan impian
Seperti halnya psikoanalisa, dalam KG juga digunakan interpretasi impian. Namun dalam KG impian bukanlah sebagai ” jalam lebar menuju ketidaksadaran” seperti yang diungkapkan oleh konseling psikoanalisa, tetapi impian adalah ” jalan yang lebar menuju integrasi diri”. Dengan memahami impian konseli lebih mungkin memperoleh kasadaran, mengambil tanggungjawab bagi impian-impiannya, melihat impiannya sebagai bagian dari dirinya, memiliki perasaaan integrasi yang lebih besar, dan menjadi lebih sadar tentang pikiran-pikiran dan emosinya yang direfleksikan dalam impian tersebut.
d)     Fantasi
Seperti halnya impian , fantasi sering digunakan oleh KG untuk membantu konseli meningktkan kesadaran dirinya. Karena fantasi dipandang merepresentasikan proyeksi atau aspek-aspek pribadi klien.
e)      Bermain peran
Bermain dalam berbagai bentuk, menjadi teknik yang esensial dalam KG. Bentuk permainan yang paling awal digunakan dalam KG adalah psikodrama. Namun pada perkembangannya psikodrama hampir tidak digunakan lagi. Bentuk bermain peran yang paling sering digunakan adalah  ”kursi kosong” atau disebut juga konseling panas untuk format konseling individual.
f)       Koreksi permainan topdog / underdog
Para ahli KG berkeyakinan bahwa kita terus menerus mengusik diri kita sendiri dengan permainan atas-bawah (topdog/underdog). Topdog membuat penilaian dan mengatakan kepada underdog tentang bagaimana seharusnya ia merasa, berfikir, atau bertindak. Topdog diibaratkan sebagai kata hati atau super ego dalam konsep psikoanalisa. Dissi lain underdog cenderung untuk menurut dan senang minta maaf tetapi tidak sungguh-sungguh untuk berubah.
g)      Melatih kepekaan terhadap pesan tubuh
Konselor juga berusaha mendorong konseli untuk mencapai kesadaran tentang keutuhan (e sense of wholeness). Banyak orang yang memiliki kesadaran yang baik tentang emosi dan pikirannya, tetapi kurang peka terhadap sensasi tubuhnya. Oleh karena iti konselor KG berusaha membantu konseli agar lebih peka terhadap pesan-pesan tubuhnya.
h)      Kelompok
Praktek dalam KG dapat dilaksanakan melalui format individual maupun kelompok. Namun format kelompok dipandang lebih efisien. Umpan balik yang diterima dari konselor maupun dari anggota kelompok dapat mempercapat proses kesadaran.

2.4. Aplikasi
KG merupakan suatu model konseling yang berorientasi pada tingkatan dan kekuatan pribadi. Keberhasilannya tergantung pada kemampuan konselor untuk membangun kolaborasi dengan konseli dan menumbuhkan kesediaan konseli untuk mengambil resiko dalam eksperimen. Karena merupakan pendekatan perlakuan yang forcefull dan dapt memberikan dampak yang besar. Secara tradisional, KG telah diterapkan sebagai suatu pendekatan yang efektif untuk konseli-konseli yang memiliki masalah kecemasan, depresi, merasa tidak sempurna, dan konseli yang kurang bisa menyesuaikan diri secara tepat.

2.5. Kontribusi dan Kritik
Salah satu kelebihan KG terletak pada pandangan humanistiknya. KG tampak merupakan suatu filosofi tentang kehidupan, perkembanangan, dan memberikan cara-cara khusus untuk mempermudah manusia merealisasikan perkembangannya.KG juga menekankan pada perlunya konselor memberikan respek terhadap individu yang dibantu dan berusaha mengadaptasiakn perlakuan dengan kebutuhan dan keunikan setiap individu. Selain itu KG merupakan suatu model perlakuan dengan penuh kasih sayang dan memungkinkan orang untuk menjadi mampu menikmati dan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
Kelemahan KG yaitu, KG dipandang tidak bisa diterapkan secara universal tetapi harus mempertimbangkan latar belakang sosial budaya konseli. Kelemahan lain yaitu, kerena terlalu menekankan pada emosi dan kurang memperhatikan kognisi, KG cenderung mendatangkan aksi emosional yang kuat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar